Strategi Belajar CERDAS

Posted: Januari 15, 2011 in Uncategorized

fTri Darmayanti
UNIVERSITAS TERBUKA
2 0 0 4

Pada
Pendidikan Jarak Jauh

DAFTAR ISI
Halaman Judul
……………………………………………..
i
Daftar Isi
……………………………………………………..
ii
Tahukah Anda?
……………………………………….
1
Strategi Belajar CERDAS
……………………………….
2
1
Huruf C untuk CERDIK
…………………………..
4
2
Huruf E untuk EFEKTIF
…………………………..
11
3
Huruf R untuk REALISTIS
……………………….
15
4
Huruf D untuk DAPAT DICAPAI
……………..
17
5
Huruf A untuk AKURAT
…………………………..
19
6
Huruf S untuk SPESIFIK
…………………………..
21
7
Contoh Yang CERDAS
……………………………..
23
8
Catatan Dan Tugas
…………………………………..
28
8
Catatan Penutup
……………………………………..
29

Strategi Belajar CERDAS
1
Tahukah Anda?
Sistem belajar di Universitas Terbuka (UT) adalah sistem belajar jarak jauh (BJJ). Ciri utama dari sistem ini adalah adanya jarak antara pengajar dan mahasiswa. Hubungan antara pengajar dan mahasiswa sebenarnya tetap ada dan dilakukan melalui perantara berbagai media, terutama media cetak atau modul.
Sistem BJJ sering dihubungkan dengan konsep belajar mandiri. Konsep belajar mandiri menunjukkan bahwa mahasiswa tidak tergantung pada pengajar seperti pada pendidikan tatap muka. Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain. Ini berarti Anda dapat memilih belajar sendiri, bersama teman atau dengan bantuan tutor. Berinisiatif dalam belajar berarti Anda mengetahui bahwa Anda dapat mensiasati belajar melalui strategi belajar yang efektif.
Belajar di bidang formal tidak selalu menyenangkan. Apalagi jika Anda merasa belajar dengan terpaksa. Misalnya, Anda harus belajar karena itulah satu-satunya cara untuk lulus, mendapat pekerjaan atau bahkan kenaikan pangkat. Contoh lain adalah bila Anda menyukai belajar di kelas dengan bimbingan dosen, sedangkan Anda terpaksa kuliah di Universitas Terbuka (UT) yang mempunyai sistem belajar jarak jauh.
Menghadapi keterpaksaan untuk belajar jelas bukan hal yang menyenangkan. Tidak mudah bagi seseorang untuk berkonsentrasi belajar jika ia merasa terpaksa. Oleh karena itu, Anda perlu mencari jalan agar belajar menjadi sesuatu hal yang menyenangkan, atau …. walaupun tetap terpaksa tapi paling tidak dapat menjadi lebih mudah dan efektif.
Para ahli di bidang psikologi pendidikan mengembangkan berbagai cara untuk mencari cara agar belajar menjadi sesuatu hal yang lebih mudah dan efektif. Silahkan membaca bahasan tentang strategi belajar CERDAS berikut ini.
2
Strategi Belajar C E R D A S
Apa itu strategi CERDAS?
CERDAS adalah singkatan dari prinsip-prinsip strategi belajar secara efektif. Prinsip belajar CERDAS akan membantu Anda menggunakan strategi belajar dengan cara yang CERDAS. Sebagai mahasiswa, Anda perlu melakukan perencanaan dan pengelolaan belajar. Mahasiswa UT pada umumnya adalah mahasiswa yang bekerja sambil kuliah. Oleh karena itu, berbagai aktivitas dilakukan selain belajar seperti bekerja, kegiatan sosial, dan lainnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Anda perlu melakukan perencanaan dan pengelolaan belajar untuk belajar dengan lebih baik dan lebih efektif.
Jika Anda adalah mahasiswa UT yang belajar sambil bekerja, maka strategi ini akan sangat membantu Anda tidak hanya dalam belajar, tapi juga pada pekerjaan Anda di masa mendatang. Mengapa? Karena strategi ini sekaligus melatih Anda untuk menjadi perencana dan pengelola yang handal bagi kegiatan Anda. Anda adalah pemimpin atau manajer masa depan. Sebagai pemimpin, Anda harus mampu memimpin diri Anda sendiri sebelum memimpin orang lain.
Bayangkan diri Anda menjadi pemimpin yang harus merancang suatu kegiatan besar. Anda harus menyusun target kerja, merancang langkah demi langkah dan mengelola agar kegiatan Anda dapat berjalan dengan lancar. Jika Anda berhasil dalam belajar di UT dengan strategi belajar CERDAS ini, maka pengalaman keberhasilan Anda diharapkan akan terbawa di bidang kerja Anda. Mari kita bahas prinsip-prinsip tersebut.
Strategi Belajar CERDAS
3
Prinsip-prinsip dari strategi belajar CERDAS adalah
sebagai berikut:
Prinsip-prinsip menjadi CERDAS nampaknya
sederhana bukan? Pada kenyataannya, menjadi CERDAS
berarti mampu untuk menyederhanakan berbagai hal yang
nampaknya sulit bagi orang lain. Jika Anda mencoba prinsip
ini, maka Anda akan tahu bahwa yang sulit bagi orang lain
ternyata dapat menjadi mudah dilakukan jika Anda tahu
kuncinya.
Untuk lebih jelasnya….. kita akan bahas satu demi
satu prinsip belajar yang CERDAS!
C erdik menggunakan strategi belajar
E fektif dalam menggunakan waktu belajar
R ealistis dalam merencanakan belajar
D apat dicapai –> tujuan yang dibuat
A kurat dalam perencanaan belajar
S pesifik dalam menetapkan tujuan belajar
4
1
Huruf C untuk CERDIK
Pada umumnya faktor yang dianggap paling menentukan keberhasilan seseorang dalam belajar adalah intelegensi. Orang dengan intelegensi yang tinggi seringkali dipastikan akan berhasil dalam studinya. Pada kenyataan tidaklah demikian. Intelegensi bukanlah faktor utama penentu keberhasilan. Ada orang yang memiliki intelegensi tinggi namun tidak berhasil dalam studinya, dan ada pula orang dengan intelegensi rata-rata yang berhasil dalam studinya. Lalu faktor apa yang menyebabkan seorang mahasiswa berhasil dan mahasiswa yang lain tidak berhasil?
Seorang mahasiswa yang ingin berhasil dalam studinya perlu menjadi CERDIK dalam belajar. Ia perlu mengetahui bahwa belajar tidak hanya berarti memahami materi pelajaran, tapi juga melakukan cara-cara yang CERDIK untuk belajar. Hal ini berarti ia mempergunakan berbagai strategi belajar dengan cara yang CERDIK.
Cara belajar yang CERDIK akan membantu seorang mahasiswa untuk berhasil dalam studinya sesuai dengan target yang telah ditentukan. Mungkin saja terjadi seorang mahasiswa berhasil lulus tanpa strategi. Namun kelulusannya akan lebih mudah dicapai jika ia mempergunakan strategi belajar yang CERDIK.
Strategi Belajar CERDAS
5
Belajar tanpa strategi
Belajar menggunakan strategi
6
Apa strategi belajar yang CERDIK itu?
Strategi belajar yang CERDIK adalah berbagai cara atau kiat untuk belajar dengan cara yang lebih mudah, efektif, dan perasaan senang. Strategi belajar yang CERDIK dapat dipelajari.
Namun, perlu dicatat bahwa strategi belajar yang efektif untuk orang yang satu belum tentu efektif untuk orang yang lain, karena manusia adalah mahluk yang unik. Setiap orang berbeda satu sama lain. Demikian pula dalam belajar, setiap orang memiliki keunikan dalam mencerna materi belajar yang berbeda satu sama lain. Memang ada cara-cara tertentu yang cocok bagi sebagian orang. Namun, kesamaan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan keunikan masing-masing pribadi, agar diperoleh strategi belajar yang paling pas untuk dirinya.
Selain itu, strategi yang cocok bagi diri Anda sekarang, belum tentu cocok di lain kesempatan karena situasi yang berbeda. Jika hal ini terjadi, maka Anda dapat mencoba strategi belajar yang lain. Semakin banyak referensi yang Anda miliki mengenai berbagai macam strategi belajar, maka semakin mudah bagi Anda untuk menentukan pilihan mencoba strategi belajar yang sesuai pada situasi dan kondisi saat itu. Ini adalah cara yang CERDIK pertama untuk belajar —–> yaitu: CERDIK mencari informasi tentang berbagai cara atau strategi belajar yang efektif.
Lalu langkah CERDIK berikutnya adalah:
CERDIK mengelola Belajar
CERDIK dalam mengelola belajar berarti cerdik dalam menyusun target belajar, memonitor pelaksanaan dari target belajar yang telah Anda susun, dan melakukan evaluasi dari pelaksanaan belajar Anda. Ketiga langkah tersebut merupakan inti dari pengelolaan belajar dengan cara CERDIK yang kedua. Mari kita bahas!
Strategi Belajar CERDAS
7
Langkah pertama mengelola belajar yang CERDIK adalah
—> menyusun target belajar. Ada berbagai hal yang perlu
dipertimbangkan untuk dapat melakukan perencanaan yang cerdik
dengan menyusun target belajar. Pembahasan tentang hal tersebut
akan dibahas lebih detil pada pembahasan setelah huruf C, yaitu
pada huruf ERDAS. Selanjutnya, kita akan membahas langkah
berikutnya terlebih dulu berikut ini.
Langkah kedua mengelola belajar yang CERDIK adalah
—> melakukan monitoring pada saat melaksanakan
rencana belajar yang Anda buat. Monitoring perlu dilakukan
untuk mengetahui apakah rencana belajar yang dibuat berjalan
dengan lancar atau tidak. Seringkali ada hal-hal di luar rencana
yang dapat mengubah tujuan belajar yang telah Anda buat. Jika hal
tersebut terjadi, lakukan penyesuaian dengan tetap memusatkan
pada tujuan utama belajar Anda. Sebagai contoh, Anda sudah
merencanakan untuk membaca 10 halaman pada hari Kamis.
Namun, mendadak Anda harus lembur dalam bekerja. Dalam
menghadapi kejadian ini, Anda dapat mencari hari lain untuk
mengganti rencana Anda belajar di hari Kamis. Yang perlu
ditekankan pada kegiatan monitoring belajar ini adalah Anda perlu
memastikan bahwa target belajar Anda tetap dapat dicapai
walaupun perlu melakukan penyesuaian.
Langkah ketiga mengelola belajar yang CERDIK adalah
—> melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan belajar
yang Anda lakukan. Evaluasi perlu dilakukan, karena dapat
memotivasi Anda. Sebagai contoh, Anda telah
membuat target belajar untuk membaca 40
halaman modul Perilaku Organisasi pada minggu
pertama. Di akhir minggu, Anda dapat melakukan
evaluasi apakah rencana yang Anda buat dapat
tercapai atau tidak. Jika dapat tercapai, berikan
“hadiah” bagi diri Anda sendiri. Hadiah merupa8
kan bentuk penghargaan bagi diri Anda dan merupakan langkah
yang dapat memotivasi diri Anda. Contoh hadiah antara lain melihat
acara favorit Anda di televisi.
Namun, jika target tersebut belum berhasil, Anda dapat
melakukan beberapa hal agar target tersebut
dapat dicapai di lain kesempatan dan memberi
sanksi bagi diri Anda sendiri. Sanksi juga dapat
memotivasi diri Anda, lho! Misalnya, tidak
menonton acara televisi favorit Anda atau
membatasi diri dengan mengurangi beberapa
kegiatan di luar belajar yang kurang menjadi
prioritas.
Anda dapat juga mengevaluasi apakah target belajar Anda
mungkin terlalu tinggi atau bahkan terlalu rendah, sehingga kurang
memotivasi Anda. Dengan evaluasi target belajar tersebut, Anda
dapat merencanakan kembali target belajar berikutnya dengan lebih
baik. Cara ini sekaligus melatih diri Anda untuk mahir menyusun
target kerja di tempat kerja Anda.
Cara lain yang CERDIK dalam belajar adalah mengenali
diri Anda sendiri. Mari kita bahas!
CERDIK mengenali Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar adalah lingkungan atau kondisi yang
membuat belajar Anda nyaman dan mampu berkonsentrasi dengan
maksimal. Lingkungan belajar dapat merupakan lingkungan fisik,
psikis dan sosiologis. Apa maksudnya?
Yang termasuk lingkungan fisik adalah ruang atau tempat
belajar, suara dan kondisi fisik
lainnya yang membantu Anda
berkonsentrasi dalam belajar dengan
nyaman. Ada orang yang lebih
mudah belajar sambil mendengarkan
musik, sementara orang yang lain
Strategi Belajar CERDAS
9
lebih mudah berkonsentrasi jika ruang belajarnya sepi dan tenang dari suara. Contoh lain yang membuat Anda dapat belajar dengan nyaman adalah waktu belajar. Ada orang yang lebih mudah berkonsentrasi belajar pada saat subuh atau pagi hari. Namun, ada yang justru maksimal berkonsentrasi belajar pada siang atau malam hari.
Selain itu, lingkungan fisik juga berarti mempergunakan berbagai sarana untuk belajar dengan cara yang lebih mudah, misalnya bertanya kepada teman atau tutor melalui telpon, internet dan media lainnya.
Kondisi belajar yang bersifat psikis antara lain adalah kesiapan Anda untuk belajar. Hal ini berhubungan motivasi atau alasan Anda kuliah di UT. Jujurlah kepada diri Anda sendiri. Ada yang mengikuti perkuliahan di UT karena dia suka belajar, namun ada yang mengikuti perkuliahan untuk kepentingan ijazah atau kenaikan pangkat.
Dengan mengenali motivasi kita untuk belajar, maka Anda dapat membuat strategi yang lebih baik untuk belajar. Sebagai contoh, jika tujuan belajar Anda di UT adalah untuk kenaikan pangkat, maka jadikan hal tersebut sebagai alasan yang memotivasi Anda. Anda dapat bergabung dengan mereka yang bertujuan sama dengan Anda. Jika teman Anda berhasil naik pangkat karena telah lulus dari UT, maka hal tersebut dapat memotivasi Anda pula untuk belajar. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membuat tujuan belajar kita menjadi hal yang memotivasi kita untuk belajar.
Memotivasi diri juga dapat dilakukan dengan cara mengenali keajegan belajar kita. Dalam mempelajari modul, orang yang mempunyai keajegan tinggi akan berusaha membaca sampai selesai secara teratur. Mereka akan merasa terganggu kalau topik bahasan yang mereka baca belum terselesaikan. Sedangkan orang yang memiliki keajegan rendah, mudah kehilangan minat belajar. Mereka tidak merasa terganggu jika modul yang mereka baca belum selesai terbaca seluruhnya. Melihat modul tebal yang bertumpuk justru
10
membuat mereka patah semangat. Bagi tipe ini, memecah tugas belajar menjadi tugas yang termasuk “short assignment” atau tugas ringan akan membantu untuk menjaga motivasi belajar. Kenali diri Anda, dan jika Anda termasuk tipe yang terakhir ini, cobalah membaca modul sedikit demi sedikit dengan diselingi kegiatan lain. Dengan cara memecah tugas belajar seperti itu, diharapkan akan membantu Anda untuk tetap termotivasi dalam menyelesaikan tugas jangka panjangnya, yaitu membaca modul secara keseluruhan.
Kondisi sosiologis adalah kondisi yang berhubungan dengan kelompok belajar. Apakah Anda orang yang mudah berkonsentrasi jika belajar dengan teman atau kelompok belajar? Atau mungkin, Anda justru mudah berkonsentrasi jika Anda belajar sendiri.
Mengenali lingkungan fisik, psikologis, maupun sosiologis akan lebih dapat memaksimalkan diri Anda dalam belajar. Tidak ada salahnya untuk mencoba lebih dari sekali berbagai cara yang paling pas untuk belajar dengan nyaman. Anda tidak akan kehilangan apa-apa dengan mencoba. Anda justru makin mengenali diri Anda sendiri. Jadi, selamat mencoba!
CERDIK dalam belajar berarti:
 Cerdik mencari berbagai informasi tentang strategi belajar melalui bacaan, teman, dan sumber informasi lain.
 Cerdik mengelola belajar dengan cara: menyusun target belajar, memonitor pelaksanaan belajar, dan mengevaluasi belajar.
 Cerdik menggunakan berbagai cara untuk belajar dengan lebih baik dan efektif.
Strategi Belajar CERDAS
11
2
Huruf E untuk EFEKTIF
Efektif dalam belajar berarti mampu
mengelola waktu dengan terampil, sehingga
berbagai kegiatan dapat diselesaikan dengan baik. Namun,
mengelola waktu belajar bukan berarti kehilangan waktu luang
untuk bersenang-senang. Bukan pula berarti bahwa waktu dalam 24
jam per hari harus dihabiskan untuk belajar. Justru sebaliknya!
Prinsip utama dari pengelolaan waktu secara efektif adalah
pembagian waktu yang efektif untuk kegiatan-kegiatan yang
meliputi waktu untuk bekerja, waktu untuk belajar, dan waktu
untuk kegiatan sosial maupun bagi diri sendiri untuk bersantai.
Bagaimanapun, waktu untuk bersantai diperlukan oleh
mahasiswa untuk mengembalikan energi yang terpakai untuk belajar
dan bekerja.
Pengelolaan waktu secara efektif
berarti membagi waktu ke dalam kegiatankegiatan
yang berguna, serta berhati-hati
dengan sumber-sumber kegiatan yang
menyebabkan terjadinya pemborosan waktu.
Waktu-waktu yang harus Anda waspadai
antara lain:
Waktu untuk mengobrol. Hindari pemborosan waktu untuk
mengobrol secara berlebihan. Tidak ada salahnya menyapa
tetangga, tetapi jangan berlebihan sehingga banyak waktu
Anda terbuang untuk mengobrol.
Waktu untuk televisi. Batasi kegiatan menonton televisi untuk
menonton acara televisi secara berlebihan. Buat prioritas acara
yang Anda perlu tonton. Buat acara televisi favorit Anda
sebagai pemacu belajar. Sebagai contoh, Anda baru dapat
menonton acara favorit jika target belajar tercapai. Misalnya,
12
telah membaca 2 kegiatan belajar dari modul Pengantar Administrasi Negara. Jika belum memenuhi target tersebut, kuatkan diri untuk tidak menonton sebagai konsekuensi karena Anda tidak dapat mencapai target belajar Anda.
Waktu untuk telepon. Di kota besar, telpon merupakan sarana berkomunikasi yang banyak memakan waktu. Cobalah untuk membatasi hubungan telpon yang bertele-tele.
Waktu menunggu. Menunggu
merupakan pemborosan waktu yang tidak kentara. Pergunakan kesempatan menunggu untuk membaca modul. Sebagai contoh, Anda dapat menunggu giliran untuk pemeriksaan dokter sambil membaca modul.
Waktu di perjalanan. Banyak waktu yang terbuang di perjalanan. Gunakan waktu menunggu bis untuk membaca. Seorang teman mempergunakan waktu di perjalanan untuk mendengarkan isi kuliah melalui walkman yang selalu dibawanya. Jika Anda menggunakan kendaraan (baik pribadi atau umum), maka pastikan Anda berangkat ke tempat tujuan sebelum jalanan macet. Konsekuensinya, mungkin Anda sampai lebih awal di tempat tujuan. Anda dapat menunggu sambil membaca. Anda dapat mencari cara lain yang paling pas untuk Anda.
Waktu untuk kegiatan. Seringkali pekerjaan kantor maupun pekerjaan rumah menjadi waktu yang tidak efektif jika kita tidak berhati-hati. Jika memungkinkan, serahkan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh orang lain, sehingga Anda lebih memiliki waktu untuk belajar. Cara ini sama dengan cara
Strategi Belajar CERDAS
13
pendelegasian wewenang di tempat kerja. Dengan demikian,
energi Anda dapat dialihkan pada belajar sebagai prioritas.
Waktu belajar. Hindari pemborosan waktu pada saat belajar.
Atur sistem filing belajar Anda. Misalnya, rangkum modul
yang sudah dibaca, sehingga tidak harus
berulang-ulang membaca. Ini berarti
setiap kali membaca modul, langsung
rangkum atau susun kata/informasi
kunci. Anda juga dapat bekerja sama
dengan teman untuk membagi tugas
merangkum modul, kemudian saling menerangkan. Cara ini
dapat lebih efektif bagi mereka yang mudah menangkap materi
dari hasil diskusi dengan teman. Anda akan mengingat saatsaat
diskusi pada saat materi tersebut muncul di ujian.
Prinsip utama lainnya dari pengelolaan waktu yang efektif
adalah menentukan “deadline” atau batasan waktu. Jika tidak ada
batasan waktu, Anda mungkin tidak menyadari bahwa waktu
belajar Anda sudah habis dan masa ujian segera datang. Batasan
waktu juga merupakan cara agar kita termotivasi untuk meraih
target belajar yang telah dibuat. Selain itu, batasan waktu juga
melatih kita untuk dapat memperkirakan pencapaian suatu target
dalam pekerjaan. Oleh karena itu, batasan waktu diperlukan. Anda
harus mengetahui tanggal-tanggal penting dan menentukan batas
waktu untuk belajar.
14
EFEKTIF dalam belajar berarti:
Terampil dalam mengelola
waktu untuk belajar,
keluarga, bekerja, kegiatan
sosial dan bersantai.
Waspada terhadap
pemborosan waktu.
Menentukan batasan waktu
dari pencapaian target belajar.
Memiliki fleksibilitas
dan disiplin diri.
Strategi Belajar CERDAS
15
3
Huruf R untuk REALISTIS
Strategi CERDAS berikutnya adalah membuat perencanaan
belajar yang realistis. Hal ini berarti Anda harus mengetahui
kelebihan dan kekurangan diri Anda. Anda harus mengetahui
kegiatan Anda selama ini, Anda tidak perlu membuat perencanaan
belajar yang berlebihan sehingga Anda sendiri tidak dapat
menjangkaunya dan menimbulkan perasaan frustrasi dalam diri
Anda.
Jika Anda kuliah sambil bekerja, maka tidak realistis jika
Anda merencanakan untuk mengambil matakuliah sebanyak 24 sks
setiap semester. Jumlah tersebut terlalu besar sehingga sulit Anda
capai. Kecuali, jika Anda memang terbiasa belajar dengan sangat
disiplin.
Untuk membuat perencanaan belajar yang realistis, Anda
perlu mengetahui bahwa tujuan belajar dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu tujuan jangka panjang
dan tujuan jangka pendek.
Tujuan jangka panjang
merupakan tujuan yang
memotivasi dan memberi
energi bagi diri Anda. Sebagai
contoh, bayangkan diri Anda
mengenakan toga kelulusan
atau mendapat promosi jabatan
karena telah meraih
gelar kesarjanaan Anda!
Namun, tujuan tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada
tujuan jangka pendek. Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang
dapat dicapai pada jangka waktu yang lebih singkat. Mungkin,
tujuan jangka pendek dapat diumpamakan sebagai langkah demi
langkah menuju toga keberhasilan Anda.
16
Hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk membuat
tujuan yang realistis adalah:
 Berapa matakuliah yang lulus pada semester pertama atau
semester sebelumnya ?
 Jika lulus semua, Anda dapat menambah jumlah
matakuliah. Jika tidak banyak yang lulus, segera ulangi
matakuliah tersebut dan jangan terlalu banyak mengambil
matakuliah.
 Anda harus realistis bahwa semester awal pada umumnya
mahasiswa memerlukan penyesuaian cara belajar, sehingga
terlalu banyak mengambil matakuliah justru akan membuat
frustrasi.
Tujuan yang R E A L I S T I S akan
meningkatkan motivasi dan menggerakkan
Anda untuk mencapai tujuan akhir tanpa
frustrasi…..!!!
Strategi Belajar CERDAS
17
4
Huruf D untuk DAPAT DICAPAI
Tujuan yang Anda susun harus mempertimbangkan untuk
dapat Anda capai. Karena, jika tujuan yang ingin kita capai terlalu
tinggi, maka tujuan tersebut dapat membuat kita tidak yakin,
kemudian mempertanyakan apakah ada gunanya berusaha. Jika kita
gagal mencapai tujuan yang terlalu tinggi, maka kita dapat
menyalahkan tujuan yang kita buat dan merasa frustrasi atau stres.
Namun, tujuan belajar yang kita
targetkan juga jangan terlalu mudah dicapai,
sehingga kita cenderung meremehkan
tujuan tersebut atau tidak termotivasi
karena terlalu mudah dicapai.
Tujuan yang baik dan pas adalah
tujuan yang memiliki tingkat kesukaran
cukup sulit namun dapat Anda capai.
Tujuan dapat juga merupakan tujuan yang
tinggi, namun Anda harus mengenali diri
sendiri dan memastikan bahwa Anda sanggup mencapai tujuan
tersebut. Tujuan yang dapat Anda capai, akan memotivasi Anda.
Bayangkan jika Anda berhasil mencapai tujuan tersebut, Anda pasti
merasa senang dan bangga bukan? Perasaan berhasil mencapai
sesuatu yang cukup sulit akan membuat Anda merasa lebih yakin
bahwa Anda mampu, dan hal ini penting untuk memotivasi diri
Anda menuju langkah belajar selanjutnya.
18
Mampu mencapai tujuan yang cukup sulit memberikan perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri dan bangga, yang akan meningkatkan motivasi belajar Anda…..!!!
Strategi Belajar CERDAS
19
5
Huruf A untuk AKURAT
Tujuan jangka pendek yang Anda buat harus akurat atau
dapat diukur. Tujuan yang akurat membuat Anda tahu sampai
seberapa jauh Anda sudah mencapai sasaran yang direncanakan
sebelumnya.
Untuk dapat membuat
tujuan yang akurat,
maka Anda perlu mengetahui
beban studi per matakuliah.
Anda perlu menghitung waktu
yang dibutuhkan untuk
memahami modul, menghitung
jumlah minggu yang tersedia
dalam satu semester,
menentukan jumlah jam belajar
per matakuliah per minggu,
dan kemudian membuat jadwal kegiatan belajar mingguan dan
harian.
Pada awalnya memang sulit untuk membuat tujuan yang
akurat. Tapi setelah Anda melakukannya, maka berikutnya akan
menjadi lebih mudah.
Membuat tujuan yang akurat dapat dilakukan dengan berbagai
cara. Carilah cara yang paling pas untuk diri Anda. Sebagai
contoh, untuk memperkirakan beban studi per matakuliah dapat
dilakukan dengan beberapa alternatif:
 Alternatif 1: berdasarkan kecepatan membaca dan memahami
modul.
 Alternatif 2: berdasarkan jumlah halaman dalam modul.
 Alternatif 3: berdasarkan jumlah pokok bahasan dalam
modul.
20
Contoh 1: Tujuan berikut ini disusun berdasarkan jumlah modul.
Beban studi/ minggu
Bulan Minggu Mata Kuliah A Mata Kuliah B
Agustus 1 modul 1
2 modul 2 modul 1
3 modul 2
4 modul 3
September 1 modul 3
2 modul 4 modul 4
3 modul 5 modul 5
4 modul 6
Oktober 1 modul 6
2 modul 7 modul 7
3 modul 8 modul 8
4 modul 9 modul 9
Nopember U j i a n
Contoh 2:
Tujuan dapat pula disusun
berdasarkan variasi alternatif 1 dan
2. Anda perlu menentukan kapan
modul harus sudah dapat dipahami.
Jika kecepatan membaca Anda ratarata
per hari sekitar 15 halaman,
maka waktu yang spesifik dan
akurat adalah: hari Senin tanggal 12
Juli halaman 1-15, Selasa 13 Juli
halaman 16-30 atau masing-masing
sekitar satu kegiatan belajar.
Bila makin lama makin terlatih untuk membaca cepat, maka
target belajar bisa ditambah. Misalnya, 20 halaman per hari,
sehingga diperoleh 100 halaman per minggu. Contoh ini bila Anda
mengevaluasi belajar seminggu sekali dan menghitung satu minggu
sebagai 5 hari kerja.
Strategi Belajar CERDAS
21
6
Huruf S untuk SPESIFIK
Tujuan belajar yang Anda buat
sebaiknya spesifik. Sebagai contoh, membaca 4 modul dalam satu
semester bukanlah tujuan yang spesifik. Contoh tujuan yang
spesifik adalah membaca Kegiatan Belajar 1 modul Pengantar
Administrasi Negara pada minggu pertama. Perhatikan, bahwa
modul yang menjadi target belajar dinyatakan secara spesifik.
Jumlah halaman atau target yang akan dipelajari juga dinyatakan
secara spesifik. Tujuan yang spesifik akan membantu Anda untuk
dapat langsung melakukan aktivitas tanpa menduga-duga, atau
tanpa bertanya-tanya “ Apa ya, yang harus saya kerjakan”. Ingat,
yang penting bukanlah berapa lama Anda belajar, tetapi berapa
banyak target materi belajar dapat Anda kuasai.
Tujuan spesifik yang merupakan tujuan jangka pendek juga
akan membantu Anda untuk mengetahui bahwa tujuan ini telah
dapat Anda capai atau belum.
Seringkali terjadi, seorang mahasiswa hanya mentargetkan
untuk mendapat nilai A, tetapi ia tidak menyerahkan Tugas Mandiri,
tidak membaca dan merangkum modul dengan baik, bahkan
tidak sempat membaca seluruh modul. Hal ini terjadi karena
mahasiswa tersebut menggampangkan
perencanaan belajar yang spesifik. Ia
kurang mempertimbangkan bahwa untuk
mencapai tujuan akhir, banyak langkah
yang harus ditempuh dan langkah-langkah
tersebut harus diuraikan menjadi tujuan
yang spesifik.
22
Tujuan yang SPESIFIK akan membuat
target belajar menjadi akurat, dapat
diukur dan menghemat waktu.
Strategi Belajar CERDAS
23
7
CONTOH Yang CERDAS
Agar Anda lebih memahami pembahasan tentang bagaimana menyusun target belajar yang CERDAS, berikut ini adalah contoh rencana belajar dengan menggunakan strategi belajar CERDAS. Anda dapat menyusun target belajar seperti contoh, namun juga dapat memodifikasi atau bahkan membuat cara baru penyusunan target belajar yang sesuai dengan diri Anda. Anda bebas mewujudkan kreativitas Anda…….!
RENCANA BELAJAR
Tujuan Utama/ Jangka Panjang : memperoleh gelar sarjana dalam waktu 5 tahun
Tujuan Jangka Menengah: Lulus 4 matakuliah semester ini (karena sambil bekerja) Target: jika dapat 3 nilai B atau 2 nilai A, maka bisa ambil sks lebih banyak pada semester berikutnya.
1. Cari informasi matakuliah yang ada tutorialnya: tutorial tatap muka, tutorial melalui radio, tutorial online, dll.
2. Cari informasi Kelompok Belajar Mahasis-wa (KBM).
3. Cari informasi teman yang mengambil matakuliah sama (untuk saling memotivasi).
4. Buat jadwal belajar (lihat lembar jadwal belajar)
Realistis dan dapat dicapai, tidak banyak matakuliah karena bekerja
Cerdik, mencari berbagai cara memudahkan belajar
Realistis, untuk memotivasi
Beri tanda jika target telah dilakukan
24
Jadwal Belajar Tahun 2004
Kegiatan
Bulan
1
2
3
4 5
6
7
8
9
10 11
12
Semester I
Pengumuman hasil ujian
x
Batas akhir registrasi
x
Mulai tutorial
x
Waktu untuk belajar (1)
x
x
Waktu untuk belajar (2)
x
x
x
Waktu untuk belajar (3)
x
x
x
x
Ujian
x
Semester II
Pengumuman hasil ujian
x
Batas akhir registrasi
x
Mulai tutorial
x
Waktu untuk belajar (1)
x
x
Waktu untuk belajar (2)
x
x
x
Waktu untuk belajar (3)
x
x
x
x
Ujian
x
Contoh (1), (2), (3) di atas, menunjukkan bahwa waktu untuk belajar bervariasi tergantung rencana belajar Anda. Alternatif (1), Anda dapat memutuskan waktu untuk mulai belajar setelah penutupan registrasi. Namun, dengan keputusan tersebut berarti Anda hanya memiliki waktu belajar selama 2 (dua) bulan sebelum masa ujian tiba.
Alternatif (2) adalah memulai belajar langsung setelah pengu-muman hasil ujian. Ini berarti Anda memiliki waktu belajar yang lebih panjang, yaitu sekitar tiga bulan sebelum ujian. Alternatif (3) adalah memulai belajar walaupun hasil ujian belum keluar. Alternatif ini akan membuat Anda memiliki waktu belajar yang relatif lebih panjang dibandingkan kedua alternatif yang sebelumnya.
Strategi Belajar CERDAS
25
Pemilihan alternatif waktu belajar perlu disesuaikan dengan kegiatan Anda sehari-hari. Jika Anda bekerja dengan waktu bekerja yang padat, maka memulai belajar jauh sebelumnya akan lebih baik. Namun, jika merasa mampu belajar dalam waktu 2 bulan, maka tentu saja Anda dapat mengambil alternatif pertama. Cobalah realistis dalam menentukan waktu belajar dalam satu semester. Jadwal belajar seperti pada contoh dapat digunakan sepanjang tahun. Namun, jadwal tersebut belum lengkap.
Jika Anda telah memutuskan jumlah waktu belajar yang dibutuhkan (apakah alternatif 1, 2 atau 3), maka langkah selanjutnya adalah membuat jadwal belajar yang lebih spesifik dan akurat seperti pada halaman 20. Jadwal belajar tersebut adalah jadwal per bulan. Jadwal belajar dapat selalu diperbarui dan disesuaikan dengan kegiatan Anda. Berikut ini adalah contoh jadwal belajar yang di buat per minggu.
Matakuliah Matakuliah A Matakuliah B
Senin/ 12 juli
Pagi
2Kegiatan Belajar
Siang
Malam
2Kegiatan Belajar
Selasa/ 13 Juli
Pagi
3Kegiatan Belajar
Siang
Malam
Rabu/ 14 Juli
Pagi
Siang
Malam
2Kegiatan Belajar
Kamis/ 15 Juli
Pagi
Siang
Malam
4Kegiatan Belajar
Dst
Efektif karena menunjukkan deadlines, sekaligus akurat karena pada tanggal tersebut dapat diketahui target dapat dicapai atau tidak.
spesifik, karena menun-jukkan nama mata kuliah
Akurat, karena menunjukkan jumlah ke-giatan yang menjadi target belajar
26
Monitor dan Evaluasi Kegiatan Belajar
Ingat untuk selalu memonitor dan mengevaluasi pencapaian
target belajar Anda. Sebaiknya, Anda membuat “kontrak” dengan
diri Anda sendiri. Beri sanksi pada diri Anda jika target 1 minggu
(mingguan) tidak berhasil Anda capai, misalnya tidak menonton
acara televisi kegemaran Anda. Sebaliknya, beri penghargaan pada
diri sendiri setiap kali Anda mampu mencapai target, misalnya
dengan cara memberi bintang pada jadwal belajar Anda, seperti
pada contoh berikut. Dapat juga dilakukan dalam bentuk lain
seperti yang telah dibahas pada bagian awal buku ini.
Memonitor dan mengevaluasi perencanaan belajar yang telah
Anda buat sebelumnya akan membantu Anda untuk menjadi lebih
CERDAS dalam membuat perencanaan berikutnya. The more you
do it, the more you become smart!
Matakuliah Matakuliah A Matakuliah B
Senin/
12 juli
Pagi
4Kegiatan Belajar
Siang
Malam
2Kegiatan Belajar
Selasa/
13 Juli
Pagi
3Kegiatan Belajar
Siang
Malam
3Kegiatan Belajar
Rabu/
14 Juli
Pagi
Siang
Malam
2Kegiatan Belajar
Dst
Mengalihkan
target yang
tidak tercapai
ke waktu yang
lain.
Strategi Belajar CERDAS
27
Keterangan:
Menunjukkan bahwa Anda berhasil mencapai
target belajar Anda
Menunjukkan pengalihan target belajar. Pengalihan
target pada contoh di atas hanya merupakan
salah satu dari berbagai alternatif. Anda
dapat mencari alternatif lain yang lebih kreatif.
Misalnya, Anda sudah merencanakan belajar
malam hari, ternyata ada waktu luang di
tempat kerja yang dapat digunakan untuk
membaca modul. Alternatif ini menunjukkan
bahwa Anda mampu mencari waktu yang
Efektif (ingat bab tentang Efektif), untuk
mencapai target belajar Anda.
28
8
CATATAN Dan TUGAS
Ingat, bahwa pencapaian target
yang spesifik dan akurat akan membuat
Anda lebih mudah mengetahui sampai seberapa jauh Anda sudah
dapat mencapai target belajar. Dan…. hal tersebut akan memotivasi
diri Anda.
Ingat, bahwa mudah mengetahui sampai dimana target
belajar dicapai, akan dapat menyimpan energi Anda. Nampaknya
memang mengkira-kira adalah hal yang sederhana, tapi cara
tersebut membuat berkurangnya energi yang dapat dipergunakan
untuk hal lain dan membuat kegiatan Anda lebih efisien.
Ingat, jangka waktu yang terlalu panjang membuat Anda
tidak termotivasi untuk belajar. Berbagai alasan dapat tidak melatih
diri Anda dalam mengatur waktu, seperti lupa bahwa Anda punya
target belajar, meremehkan dan mengganti kegiatan membaca
modul dengan kegiatan lain, menunda waktu untuk membaca modul
dengan mengatakan ….. “ ah nanti saja” atau …..” ah nanti sekalian
saja digabung”, …” belajar semalam saja…”.
Ingat untuk merangkum atau membuat catatan penting setiap
kali membaca. Cara ini membuat Anda tidak harus membaca modul
berulang-ulang karena lupa. Cara ini merupakan cara CERDIK
untuk menghemat energi dalam belajar.
TUGAS !
1. Buatlah rencana mingguan yang CERDAS sesuai dengan diri
Anda.
2. Tentukan bentuk penghargaan jika Anda berhasil mencapai
target, dan sanksi jika Anda tidak berhasil mencapai target
belajar Anda.
Strategi Belajar CERDAS
29
9
Catatan Penutup
Anda dapat melihat bukan, bahwa banyak hal yang perlu
dipertimbangkan untuk dapat belajar dengan efektif. Mungkin
kemudian Anda akan berpikir…. “wah repot amat?!”.
Memang…. pada awalnya nampak sulit, namun setelah Anda
melalui tahap awal, Anda kemudian akan menemukan bahwa
segalanya menjadi lebih mudah. Percayalah!
Seperti juga yang telah dibahas di awal buku ini,
langkah-langkah pada strategi belajar CERDAS merupakan
latihan bagi Anda untuk menjadi manajer atau pemimpin di
masa mendatang. Selanjutnya…. Anda akan menemukan diri
Anda terbiasa menjadi orang yang CERDAS!
30
Menjadi cerdas berarti CERDAS dalam mengelola belajar Anda, yaitu:
Selamat Belajar
Penulis dan desain ilustrasi : Tri Darmayanti
Cerdik dalam mengenali lingkungan belajar,
Cerdik dalam menyusun target belajar yang ………
Efektif
Realistis
Dapat dicapai
Akurat
Spesifik
Cerdik memonitor pelaksanaan belajar, dan
Cerdik mengevaluasi belajar Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s