Studi Metodi Pengajaran Prinsip Dasar Bahasa Arab

Posted: Januari 4, 2011 in Bahasa Arab

A. Muqaddimah

Belajar Bahasa Arab (Asing) belajar bahasa berbeda Deng IBU, Oleh Karena itu harus berbeda pengajarannya prinsip dasar, Baikal menyangkut metode (model pengajaran), maupun proses pelaksanaan pengajarannya mater. Bidang keterampilan Pada penguasaan meliputi kemampuan Bahasa Arab menyimak (listening Competence / mahaarah al – ISTIME ‘), kemampuan berbicara (speaking Competence / mahaarah al-takallum), kemampuan membaca (Reading Competence / mahaarah al-qira’ah), dan kemampuan menulis ( Writing Competence / mahaarah al – Kitaabah).

Setiap anak manusia pada dasarnya mempunyai kemampuan untuk menguasai setiap bahasa, walaupun dalam kadar dan dorongan yang berbeda. Adapun diantara perbedaan-perbedaan tersebut adalah tujuan-tujuan pengajaran yang ingin dicapai, kemampuan dasar yang dimiliki, motivasi yang ada di dalam diri dan minat serta ketekunannya.

1.Tujuan Pengajaran Belajar bahasa ibu (bahasa bawaan -edt) merupakan tujuan yang hidup, yaitu sebagai alat komunikasi untuk mencapai sesuatu yang diinginkan dalam hidupnya, oleh karena itu motivasi untuk belajarnya sangat tinggi. Sementara itu belajar bahasa asing, seperti bahasa Arab (bagi non Arab), pada umunya mempunyai tujuan sebagai alat komunikasi dan ilmu pengetahuan (kebudayaan). Namun bahasa asing tidak dijadikan sebagai bahasa hidup sehari-hari, oleh karena itu motivasi belajar Bahasa Arab lebih rendah daripada bahasa ibu. Padahal besar kecilnya motivasi belajar Bahasa Arab mempengaruhi hasil yang akan dicapai.

2.Kemampuan dasar yang dimiliki Ketika anak kecil belajar bahasa ibu, otaknya masih bersih dan belum mendapat pengaruh bahasa-bahasa lain, oleh karena itu ia cenderung dapat berhasil dengan cepat. Sementara ketika mempelajari Bahasa Arab, ia telah lebih dahulu menguasai bahasa ibunya, baik lisan, tulis, maupun bahasa berpikirnya. Oleh karena itu mempelajari bahasa Arab tentu lebih sulit dan berat, karena ia harus menyesuaikan sistem bahasa ibu kedalam sistem bahasa Arab, baik sistem bunyi, struktur kata, struktur kalimat maupun sistem bahasa berpikirnya1.

B.Prinsip-prinsip pengajaran Bahasa Arab (asing)
Ada lima prinsip dasar dalam pengajaran bahasa Arab asing, yaitu prinsip prioritas dalam proses penyajian, prinsip koreksitas dan umpan balik, prinsip bertahap, prinsip penghayatan, serta korelasi dan isi;

1.Prinsip prioritas
Dalam pembelajaran Bahasa Arab, ada prinsip-prinsip prioritas dalam penyampaian materi pengajaran, yaitu; pertama, mengajarkan, mendengarkan, dan bercakap sebelum menulis. Kedua, mengakarkan kalimat sebelum mengajarkan kata. Ketiga, menggunakan kata-kata yang lebih akrab dengan kehidupan sehari-hari sebelum mengajarkan bahasa sesuai dengan penutur Bahasa Arab.

1)Mendengar dan berbicara terlebih dahulu daripada menulis. Prinsip ini berangkat dari asumsi bahwa pengajaran bahasa yang baik adalah pengajaran yang sesuai dengan perkembangan bahasa yang alami pada manusia2, yaitu setiap anak akan mengawali perkembangan bahasanya dari mendengar dan memperhatikan kemudian menirukan. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan mendengar/menyimak harus lebih dulu dibina, kemudian kemampuan menirukan ucapan, lalu aspek lainnya seperti membaca dan menulis. Ada beberapa teknik melatih pendengaran/telinga,yaitu:

i.Guru bahasa asing (Arab) hendaknya mengucapkan kata-kata yang beragam, baik dalam bentuk huruf maupun dalam kata. Sementara peserta didik menirukannya di dalam hati secara kolektif.
ii.Guru bahasa asing kemudian melanjutkan materinya tentang bunyi huruf yang hampir sama sifatnya. Misalnya: ه – ح, ء – ع س– ش, ز – ذ , dan seterusnya3.
iii.Selanjutnya materi diteruskan dengan tata bunyi yang tidak terdapat di dalam bahasa ibu (dalam hal ini bahasa indonesia, -edt) peserta didik, seperti: خ, ذ, ث, ص, ض dan

seterusnya. Adapun dalam pengajaran pengucapan dan peniruan dapat menempuh langkah-langkah berikut4.

i.Peserta didik dilatih untuk melafalkan huruf-huruf tunggal yang paling mudah dan tidak asing, kemudian dilatih dengan huruf-huruf dengan tanda panjang dan kemudian dilatih dengan lebih cepat dan seterusnya dilatih dengan melafalkan kata-kata dan kalimat dengan cepat. Misalnya : بى, ب, با, بو dan seterusnya.
ii.Mendorong peserta didik ketika proses pengajaran menyimak dan melafalkan huruf atau kata-kata untuk menirukan intonasi, cara berhenti, maupun panjang pendeknya.

2)Mengajarkan kalimat sebelum mengajarkan bahasa
Dalam mengajarkan struktur kalimat, sebaiknya mendahulukan mengajarkan struktur kalimat/nahwu, baru kemudian masalah struktur kata/sharaf. Dalam mengajarkan kalimat/jumlah sebaiknya seorang guru memberikan hafalan teks/bacaan yang mengandung kalimat sederhana dan susunannya benar.

Oleh karena itu, sebaiknya seorang guru bahasa Arab dapat memilih kalimat yang isinya mudah dimengerti oleh peserta didik dan mengandung kalimat inti saja, bukan kalimat yang panjang (jika kalimatnya panjang hendaknya di penggal – penggal). Contoh: اشتريت سيارة صغيرة بيضاء مستعملة مصنوعة في اليا بان Kemudian dipenggal – penggal menjadi : اشتريت سيارة اشتريت سيارة صغيرة اشتريت سيارة صغيرة بيضاء Dan seterusnya..

2.Prinsip korektisitas (الدقة) Prinsip diterapkan ini ketika sedang mengajarkan الأصوات mater (fonetik) التراكب (sintaksis), dan المعانى (semiotic). Maksud dari prinsip ini adalah seorang guru bahasa Arab hendaknya Jangan Tihanyi peserta bisa menyalahkan Pada knockers, tetapi ia harus mampu melakukan yuga pembetulan knockers untuk peserta dan membiasakan Pada Pada Kritis fish fish berikut: Pertama, korektisitas Dalam pengajaran (fonetik). Kedua, korektisitas Dalam pengajaran (sintaksis). Ketiga, korektisitas Dalam pengajaran (semiotic). Dalam a.Korektisitas pengajaran fonetik Pengajaran aspects keterampilan ini melalui latihan dan pendengaran ucapan. Jika peserta masih sering knockers melafalkan IBU bahasa, maka harus menekankan guru dan latihan melafalkan menyimak fisticuffs huruf Arab seca Terus yang sebenarnya dan Fokus Pada-menerus kesalahan didik5 peserta. Dalam b.Korektisitas pengajaran sintaksis Perlu diketahui bahwa Kalima Dalam Struktur bahasa lainnya yang Deng vice Pada umumnya terdapat perbedaan hag. Korektisitas ditekankan Pada pengaruh IBU Struktur bahasa terhadap Bahasa Arab. Misalnya, Dalam Bahasa Indonesia Kalima Akan selalu kata diawali Deng Bend (subyek), tetapi bisa Dalam Bahasa Arab Kalima diawali Deng ask kata (فعل).c.Korektisitas pengajaran semiotik Dalam Dalam Bahasa Indonesia umumnya Pada setiap kata dasar ketika sudah mempunyai vice devel dimasukan Dalam Satu Kalima. Tetapi, Dalam Bahasa Arab, Arti hampir semua mempunyai lebih dari kata vices, Deng istilah yang lebih dikenal mustard (Satu kata hag Arti) dan mutaradif (berbeda sama Arti kata).Oleh Karena itu, guru bahasa Arab yang besar harus menaruh perhatian terhadap masalah tersebut. Ia harus yang mampu memberikan Solusi Dalam TEPA mengajarkan devel ungkapan Karena dari sebuah kejelasan petunjuk.

3.Prinsip Berjenjang (التدرج) Jika dilihat dari sifatnya, gave three Kategori prinsip berjenjang, yaitu: pertama, dari yang pergeseran konkrit abstrak yang ke, dari yang ke yang detail global, dari yang yang sudah ke diketahui the range of diketahui. Kedua, ada yang telah diberikan kesinambungan Antara father’s father Deng sebelumnya yang Akan ajarkan selanjutnya ia. Ketiga, bobs peningkatan ada yang selanjutnya pengajaran terdahulu Deng, Baikal jumlah maupun materinya jam.

a.Jenjang Pengajaran mufrodat Pengajaran KoSa hendaknya mempertimbangkan kata dari Bagi peserta penggunaannya aspects of knockers, yaitu memberikan diawali Deng mater KoSa kata yang digunakan hag keseharian Dalam dan kata dasar berupa.Selanjutnya memberikan kata sambung mater. Hal ini dilakukan agar peserta knockers DAPA menyusun Kalima bertambah Terus dan sempurna sehingga berkembang kemampuannya.

b.Jenjang Pengajaran Qowaid (Morfa) Dalam pengajaran Qowaid, Baikal Qowaid Nahwu Qowaid maupun Dalam Sharaf yuga harus mempertimbangkan kegunaannya percakapan / keseharian. Dalam pengajaran Qawaid Nahwu misalnya, Deng diawali harus sempurna mater tentang Kalima (Jumlah Mufiidah), namun harus rincian mater penyajian Deng tentang cara mengajarkan isim, fi’il, dan huruf.

c.Tahapan pengajaran devel (دلالة المعانى) mengajarkan devel Kalima Atau Dalam kata kata, seorang guru bahasa Arab hendaknya memulainya Deng kata-kata/kalimat memilih yang paling digunakan hag / ditemui keseharian meraka Dalam. Selanjutnya devel devel Kalima Kalima arbor sebelum yang mengandung Arti idiomatic. Dilihat teknik dari bahasa Arab pengajaran mater, tahapan-DAPA tahapannya dibedakan sebagai berikut: pertama, sebelum melalui pelatihan melalui pendengaran penglihatan. Kedua, pelatihan Lisan / pelafalan sebelum membaca. Ketiga, penugasan kolektif sebelum individuum. Langkah-langkah aplikasi (الصلابة والمتا نة) Delap Ada langkah yang diperlukan agar berhasil dan teknik DAPA terlaksana diatas, yaitu:

1.Memberikan sebelum memberikan contoh-contoh kaidah gramatika, Karena contoh yang Akan Baikal menjelaskan gramatika seca mendalam daripada gramatika own.

2.Jangan memberikan contoh Tihanyi Kalima own vices, tetapi harus dari beberapa contoh terdiri Deng persamaan TEKS perbedaan dan Analisa perbandingan Bagi peserta untuk dijadikan knockers.

3.Mulailah contoh-contoh yang ada di sesuatu Deng Dalam ruangan kelas / media yang telah ada dan memungkinkan menggunakannya.

4.Mulailah contoh-contoh tersebut menggunakan kata Deng ask seca yang bisa langsung menggunakan gerakan Deng anggota tubuh.

5.Ketika mengajarkan kata-kata sifat hendaknya menyebutkan kata yang paling lengkap dan digunakan Deng pasangannya hag. Misalnya Hita-putih, bundar-persegi.

6.Ketika mengajarkan huruf dan maknanya jar, jar sebaiknya dipilih huruf yang paling hag dimasukkan digunakan langsung ke Dalam dan yang paling sederhana Kalima.Jumlah ismiyyah Contoh: الكتاب في الصندوق, jumlah fi’iliyah Contoh: خرج الطاب من الفصل

7.Hendaknya tidak memberikan contoh-contoh yang membuat peserta harus knockers Mera-raba Karena kondisi tidak Sesum Deng pikiran polymers.

8.Peserta knockers yang cukup untuk berekspresi motivasi diberikan melalui tulisan, Lisa Ekspres wajah bahkan mungkin, agar merasa meraka pengajaran terlibat langsung proses yang Deng berlangsung.

C. Metodi Pengajaran Bahasa Arab
Ibnu khaldun berkata, “Sesungguhnya pengajaran profesi itu merupakan yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan ia kecermatan Karena yang sama Halny Deng pelatihan kecakapan memerlukan Kiato, strategi dan ketelatenan, sehingga menjadi cakap dan professional.” Penerapan metode pengajaran Deng efektif dan tidak berjalan Akan efisien sebagai media pengantar mater pengajaran penerapannya Bila tanpa pengetahuan yang Deng didasari memadai tentang metode itu. Sehingga metode own Akan bisa menjadi proses penghambat jalannya pengajaran, Buka yang components of menunjang pencapaian Tuju, jika tidak aplikasinya TEPA. Oleh Karena itu, penting sekali untuk memahami Deng Baikal Benard dan tentang suatu metode karakteristik.Seca sederhana, metode pengajaran digolongkan menjadi dua bahasa Arab DAPA Macao, yaitu: pertama, metode tradisional / klasikal dan kedua, modern metode. Pengajaran metode tradisional bahasa Arab adalah metode yang pengajaran terfokus Pada bahasa Arab “Buday sebagai bahasa ilmu” belajar sehingga bahasa berarti Arab seca mendalam belajar tentang bahasa ilmu seluk, the range of Arab, Baikal aspects gramatika / sintaksis (Qowaid nahwu), morpho / morfologi (Qowaid as-sharf) ataupun Sastre (adab).Berkembang metode yang digunakan untuk dan masyhur Tuju tersebut adalah dan Metodi qowaid tarjamah. Bertahan beberapa metode tersebut mampu Abad, shampoo bahkan sekarang di Indonesia’s pesantren-pesantren, pesantren khususnya salafiah menerapkan metode tersebut masih. Didasarkan Hal ini sebagai berikut Pada fish fish: Pertama, Tuju pengajaran Pada bahasa Arab tampaknya aspects Buday / ilmu, dan terutama ilmu nahwu Sharaf. Kedua kemampuan sebagai ilmu nahwu dianggap sebagai syarat mutlak ALT untuk memahami TEKS / kata bahasa Arab yang tidak memakai KLASIK Haraki, tand Baca dan lainnya. Ketiga, bidang tersebut merupakan tradisi Turun temurun, sehingga memberikan kemampuan di bidang itu “rasa percaya headmaster (gengsi) tersendiri di kalangan polymers. Pengajaran bahasa Arab adalah metode metode modern pengajaran berorientasi Pada yang sebagai bahasa Tuju period. Artinya, dipandang sebagai bahasa Arab komunikasi ALT Dalam kehidupan modern, sehingga admonishes belajar bahasa Arab adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa tersebut mampu dan aktif seca memahami ucapan / ungkapan Dalam Bahasa Arab. Lazio metode yang digunakan adalah metode Dalam pengajarannya langsung (tariiqah al – mubasysyarah). Munculnya didasari Pada metode ini adalah sesuatu asumsi bahwa bahasa yang hidup, Oleh Karena itu harus dikomunikasikan dilatih Terus dan anak kecil belajar bahasa sebagaimana. Penjelasan:

1.Metode Qowa’id tarjamah dan (Tariiqatul al Qowaid Tarjamah Wa)
Penerapan metode ini lebih jika coco Tuju pengajaran bahasa Arab adalah sebagai kebudayaan, yaitu untuk mengetahui yang tinggi dan Nila Sastre untuk memiliki kemampuan yang kognitif terlatih Dalam menghafal TEKS TEKS-sack father memahami terkandung yang di Dalam tulisan-tulisan Buku-Buku Atau TEKS, terutama Arab Buku klasik11. Ciriè metode ini adalah:

a.Peserta knockers diajarkan seca membaca dan detail tentang mendalam TEKS TEKS-Atau naskah pemikiran ditulis Oleh yang pakar dan para tokoh Dalam berbagai bidang ilmu Pada masa lalu berupa sya’ir Baikal, naskah (PROS), kata Mutiara (alhikam), maupun excavate -dig (amtsal).

b.Penghayatan mendalam dan yang terhadap Rinck Baca knockers sehingga peserta memiliki perasaan terhadap koneksitas Sastre Nilam yang di Dalam terkandung Baca.(Bahasa Arab – Bahasa IBU).

c.Menitikberatkan perhatian Pada kaidah gramatika (Qowa’id Nahwu / Sharaf) menghafal dan untuk isi memahami Baca.

d.Memberikan perhatian besar terhadap kata-kata Dalam menerjemah Kunc, swept inside kata excavate, sinonim, peserta dan meminta knockers menganalisis Deng kaidah gramatikal yang sudah diajarkannya (menerjemah mampu ke Dalam Bahasa Arab Bahasa IBU)

e.Peserta tidak menulis diajarkan karangan Gaya bahasa yang Deng serupa / mirip, Deng Gaya bahasa yang dipakai para pakar yang telah dipelajarinya swept Pada Baca, terutama mengenai penggunaan bahasa model Gaya, Al – itnab at Tasbi ‘Istiarah al tren yang merupakan / Gaya bahasa KLASIK masa. Metodi Qowa’id tarjamah dan Aplikasi Dalam proses pembelajaran;

a.Guru revel mendengarkan sederetan Kalima Panjang yang peserta yang telah dibebankan image data knockers menghafalkan Pada kesempatan untuk telah dan sebelumnya tentang dijelaskan yuga devel-Kalima Kalima dari itu.

b.Guru Baru dan memberikan kata KoSa menjelaskan maknanya ke Dalam Bahasa local / IBU sebagai bahasa persiapan mater pengajaran Baru.

c.Selanjutnya guru meminta Salah Satu knockers peserta untuk membaca Baca Buku yang Kuat Suare Deng (Qiroah jahriah) terutama yang biasanya menyangkut fish fish-knockers peserta dan mengalami kesalahan kesulitan tugas dan kemudian adalah guru membenarkan.

TEKS d.Kegiatan membaca ini hingga diteruskan sekuruh peserta mendapat giliran knockers. e.Setelah itu untuk siswa yang bisa dianggap paling menterjemahkan, kemudian selanjutnya diarahkan Pada pemahaman gramatikanya12 Struktur.

2.Metode langsung (sub al Thariiqatu Mubaasyarah)
Penekanan Pada Pada metode ini adalah latihan percakapan Terus dan peserta guru-menerus Antara knockers Deng menggunakan bahasa Arab sedikitpun tanpa menggunakan bahasa IBU, Baikal menjelaskan devel KoSa Dalam kata maupun menerjemah (fish ini Dalam sebuah media dibutuhkan). Perlu Revised disini adalah bahwa menjadi Baha’i Dalam metode langsung, pengantar Dalam bahasa menjadi bahasa Arab pengajaran Deng menekankan Pada yang aspects penuturan Benard (al – al Nutqu – Shahiih), Oleh Karena itu Dalam aplikasinya, metode berikut ini memerlukan fish-fish;

Pada tahap a.Materi pengajaran Awal berupa latihan oral (syafawiyah)

b.Materi dilanjutkan Deng latihan menuturkan sederhana kata kata, kata Baikal Bend (isim) Atau ask kata (fi’il) Oleh peserta yang sering didengar knockers.

c.Materi dilanjutkan Deng Deng latihan menggunakan sederhana penuturan Kalima Kalima aktifitas merupakan peserta yang sehari-hari knockers.

d.Peserta diberikan kesempatan untuk knockers berlatih Tanya jawab Deng Deng cara guru / sesamanya.

e.Materi Qiro’ah harus disertai Diskus Deng bahasa Arab, Baikal Dalam menjelaskan devel terkandung yang di jabatan Dalam setiap kata ataupun Baha’i Baca Dalam Kalima.

f.Materi gramatika diajarkan di Sela Sela-pengajaran, namun tidak mendetail seca.

g.Materi diajarkan Deng latihan menulis yang telah menulis Kalima sederhana dikenal / diajarkan Pada peserta knockers.

h.Selama proses pengajaran hendaknya dibantu Deng peraga ALT / media yang memadai. Sebagai Penutup penutup, alur makalah bahwa ini lebih tentang menekankan pentingnya: Seorang guru (pendidik) sebaiknya memahami prinsip – prinsip pengajaran dasar bahasa Arab sebagai bahasa Asing Deng diatas yang menggunakan metode memudahkan peserta dan tidak knockers knockers hag memaksakan peserta ke Arah kemandegan berbahasa. Adapun Bagi Bagi seorang siswa, bahwasanya belajar bahasa apapun, semuanya membutuhkan proses, mines latihan dan mencoba hag.

Daftar Pustaka

1.Abdurrahman al – Qadir Ahmad, al Thuruqu Ta’alim – Lughah al – ‘Arabiyah, al maKT’áBah – Nahdah, al – Mishriyah, Cairo; 1979th
2.Ahmad al – Sya’alabi, Tarikh al – al Tarbiyah – Islamiyah, Cet. 11, Cairo: TNP., 1961st
3.Ahmad Syalaby, Ta’lim al – Lughah al ‘al Arabiyah lighairi -‘ Arab, al maKT’áBah – Nahdhah al – Mishriyah, Cairo; 1983rd
4.Anis Farihah, Hal Nazhriyaat Lughah, Dar Al – Kitab al – Ubnany, Beirut, Dar Al – Kitab al – Ubnany, 1973rd
5.Ibrahim Muhammad ‘Athan, Thuruqu Tadris al – Lughah al -‘ Wa al Arabiyah – Tarbiyah al – Diniyah, maKT’áBah al – al Nahdhah – Mishriyah, Kairo 1996 M / Mon 1416
6.Jassem Ali Jassem, Thuruqu Ta’lim al – Lughah al – ‘al arabiyah Li – Ajanib, (Kuala Lumpur: AS Noorden, 1996).
7.Kamal Badri Ibrahim Nuruddin Mahmud dan, Asas al Nadzkarah – Ta’lim al – al Lughah – ajnubiyah, lipids, Jakarta, 1406 Mon
8.Muhammad Ridla Jawwad, Tiga ALIRA My Way theorbo Pendidikan Islam (perspektif sosiologi-filosofis). PT Tiara Wacana, Yogyakarta 2002.
9.Munir, Nizhamu Ta’lim al – Lughah al – ‘fi al Arabiyah – Ma’had al – Islamiyah, Darul Huda, Skripsi, 1996th
10.Munir M.Ag., Pengajaran Sebagai Bahasa Arab Bahasa Asing, yang yang berjudul Rekonstruksi terkumpul Dalam Buku dan Lembaga Pendidikan Islam Modernisasi. My Way Global Pustaka, Yogyakarta 2005.
11.Munir, M.Ag., DKK, Rekonstruksi Modernisasi dan Pendidikan Islam, My Way Global Pustaka, Yogyakarta, 2005,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s